kebanyakan anak muda pilih traveling
Gambar: Pixabay, JESHOOTS

Kebanyakan anak muda pilih traveling. Hei, Teens! Baru-baru ini aku baca sebuah artikel yang membahas hasil dari survei banyak anak muda, dikatakan 55% generasi milenial memilih liburan atau traveling sebagai prioritas hidup melebihi rencana membeli rumah, sedangkan 42% persen membeli mobil dan 44% membayar utang.

Sebenarnya ini hal yang cukup mengejutkan, mengingat punya rumah adalah hal penting yang dapat bertahan cukup lama bahkan sampai seumur hidup dan sebuah prestasi dalam hidup. Tapi malah kebanyakan anak muda lebih tertarik pada traveling yang cenderung menghabiskan banyak waktu dan tenaga, apalagi nggak bertahan lama. Sungguh berbeda dengan pilihan kebanyakan generasi sebelumnya yang sudah pasti bisa kita tebaklah pilihannya.

Tapi sebagai sesama anak muda, jujur aku setuju. Kenapa? Alasannya udah tertulis sempurna dalam lirik lagu The Nights yang merupakan lagu dari musisi dunia Avicii. Silahkan baca lirik lengkap dengan terjemahan Indonesianya di link bawah ini.

Salah satu liriknya ada tertulis: He said, “One day, you’ll leave this world behind. So live a life you will remember” yang kalau diterjemahkan artinya, Dia bilang, “Suatu hari nanti, kamu akan meninggalkan dunia ini. Jadi jalanilah kehidupan yang akan kamu ingat.”

Kata-kata itu menurut aku bener banget sih. Hidup itu harus dinikmati meskipun sambil cari uang, soalnya kerja terus lalu punya banyak uang tapi nggak nikmati buat apa? Dan cara menikmati hidup yang paling utama di kepalaku adalah menambah pengalaman dengan traveling. Kalau dipikir-pikir kayaknya survei-survei yang mengatakan cara berpikir anak muda zaman sekarang lebih sederhana itu benar adanya.

Baca Juga Kuy! Cara Percaya Diri Walau Jelek (Kamu Rasa) Dalam Berbagai Situasi

Lalu alasan selanjutnya aku pikir traveling lebih menarik daripada ngumpulin harta dan beli benda fisik adalah… kalau mati emang hartanya dibawa? Sebaliknya pengalaman kita itu yang bakal long lasting dan bisa terus diceritakan ke anak cucu kita.

Traveling juga membawa banyak manfaat lainnya, misal jadi nggak kayak katak dalam tempurung mulu alias wawasan jadi bertambah dan open minded (eitss open minded dalam hal yang benar ya, yang gak benernya buang aja). Nilai diri kita pun jadi bertambah seiring bertambahnya tempat yang kita kunjungi, kita jadi lebih menghargai diri sendiri dan orang lain, mengerti caranya bersikap dan jadi orang yang lebih kreatif.

Aku pikir, dengan traveling aku bisa lebih bahagia dan belajar mandiri sih. Meskipun bepergian bisa jadi melelahkan, tapi rasa bahagianya itu dijamin bikin rasa sakitnya gak seberapa. Traveling bisa bikin mengurangi stress dan kehidupan jadi gak monoton! Oh ya, kita juga tumbuh menjadi pribadi yang suka bersyukur karena kita terus melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan dan masalah kita sebenarnya nggak ada apa-apanya dibandingkan orang-orang yang kita temui.

Baca Juga Kuy! 10 Cara Mengatur Keuangan Remaja, Nggak Susah Kok!

Tapi mungkin generasi sebelumnya atau orang tua kita bingung dengan cara pikir kita yang mostly pilih traveling ketimbang jadi PNS. Dapat uangnya dari mana nak kalau jalan-jalan terus? Pikir mereka. Padahal uang itu pasti akan datang kok bagaimanapun caranya asal kita berusaha. Jadi freelance bukan sebuah masalah, apalagi kalau kita traveling karena peluangnya itu gede!

Selama aku merenung tentang topik ini, terlintas beberapa hal yang mungkin dapat aku kerjakan untuk bisa menghasilkan duit walau sambil bepergian di kepalaku. Misalnya…

  • Jual foto-foto yang kita koleksi selama traveling di berbagai website jual foto seperti Shutterstock.
  • Tulis pengalaman kita dalam bentuk artikel atau fiksi yang pasti cuan banget.
  • Buka endorse di media sosial kita.
  • Jadi Youtuber.
  • Jadi penerjemah atau pekerjaan apa pun yang bisa dikerjakan jarak jauh.
  • Coba affiliate.
  • Buka toko online tapi jual barangnya tanpa barang alias jadi dropshipper.

Banyakkan? Dan bisa jadi ada lebih banyak lagi kegiatan yang menghasilkan cuan yang bisa kita temukan selama jalan-jalan asal kita jeli, so don’t worry. Kita harus bersyukur hidup di zaman sekarang yang cari cuan bisa dengan berbagai cara dan gampang melalui handphone aja.

Baca Juga Kuy! 6 Ide Pekerjaan Untuk Remaja SMP & SMA Yang Menghasilkan Uang!

Tapi memang untuk yang berencana berkeluarga saat muda, pilih traveling ketimbang kerja bagai kuda dan beli rumah itu nggak disarankan. Karena pasti keluarga yang ideal itu harus punya rumah dan mobil, jadi kita harus nabung dari sedini mungkin dong. Sementara kalau lajang mah, tinggal tidur di rumah orang tua.

Karena itu sih, aku rencananya mau menikah di umur tiga puluh ke atas dengan suami yang jarak umurnya lima tahun biar pas nikah udah langsung mapan. Aku sebenarnya cukup bersyukur dilahirkan sebagai perempuan, jadinya nggak perlu kepikiran untuk beli rumah karena itu tanggung jawab suami, ntar tinggal cari suami mapan dengan modal kecantikan dan kecerdasan wkwkwk.

Nah segini dulu opini aku tentang alasan kenapa kebanyakan anak muda pilih traveling daripada rumah, mungkin. Kalau alasan kita berbeda tapi visinya sama, spill dong alasannya! Nah kalau kamu anak muda yang pilih rumah atau traveling?

1 KOMENTAR

  1. Ada benarnya sih memang cerita perjalanan itu akan selalu kita kenang sama anak sampai nanti nanti, bahkan pernah guyon sama orang tua ku sampe beliau pikun nanti pun mungkin yang diingat ya cerita2 jalan jalan itu aja hehe karna nenekku begitu dulu beliau merantau waktu muda jadi yg diinget sampai sekarang cerita2 waktu awal merantau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here