belajar daring di rumah

Hai, teman-teman! Setuju gak sih selama pandemi covid-19 ini ada banyak kebiasaan-kebiasaan baru atau new normal, seperti protokol kesehatan, aturan beribadah, sampai yang paling terasa bagi kita sebagai siswa yaitu metode belajar yang tadinya di sekolah beralih ke rumah dengan sistem pelajaran jarak jauh atau secara daring. Khusus yang terakhir ini membuat kita mau tidak mau harus beradaptasi.

Sebagai sesama siswa, ada banyak teman yang mengeluh kepada saya mengenai perasaan mereka selama menjalani sekolah lewat daring. Ada yang ngeluh internetnya lambatlah, pelajaran yang banyak, jadi nggak dapet uang jajan, dan yang paling sering saya dengar belajar dari rumah itu ngebosenin.

Nah kemarin, saya sempat ikut webinar yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. Salah satu webinar yang saya ikuti membahas mengenai Mengelola Pembelajaran Adaptif, Fleksibel, dan Akomodatif pada tanggal 21 agustus 2020 lalu. Dari sekian banyak hal yang disampaikan, saya paling tertarik dengan penjelasan dari bu Roslina Verauli, seorang psikolog klinis anak, remaja, dan orang tua.

Beliau menjelaskan bagaimana keadaan pendidikan yang berubah, karena dunia juga berubah (the changing world), misalnya seperti situasi sekarang dari belajar di sekolah (school-based learning) menjadi belajar di rumah (home-based learning).

Apa yang Harus Dilakukan?

Pembahasan ini memang ditujukan kepada orang tua sebagai yang bertanggung jawab agar membuat lingkungan rumah yang konduktif untuk belajar pada anak, sehingga proses belajar mengajar lancar dan berhasil sesuai yang ditargetkan.

Namun, sebagai siswa dan anak kita dapat berpartisipasi atau berinisiatif membantu orang tua untuk menciptakan suasana yang mendukung tersebut. Misalnya, kita bisa menentukan sebuah spot yang nyaman untuk kita belajar, menyediakan buku-buku untuk pelajaran, dan juga mengajak kakak atau adik untuk belajar bersama.

Jika kita melakukan ini, sebenarnya kita juga menciptakan semangat gotong royong dan persatuan dalam keluarga meskipun dalam lingkup kecil. Juga, kita dapat menunjukkan empati kepada orang tua dengan meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehingga mereka bisa lebih fokus bekerja, apalagi di situasi yang sulit saat ini.

Kemudian, kita juga perlu menumbuhkan motivasi dalam diri sendiri untuk belajar mandiri. Caranya?

  1. Tanya diri sendiri: Apa tujuan saya belajar ini? Apa yang ingin saya capai?
  2. Ikut proyek kreatif dan belajar bersama teman-teman sehingga dapat pengetahuan baru.
  3. Latih diri untuk “thinking aloud” dengan memikirkan apa yang akan dipelajari besok? Buku apa yang perlu dipersiapkan? Biasakan untuk memikirkan apa yang akan dilakukan.
  4. Evaluasi diri. Tanyakan diri sendiri: Apa yang mampu saya lakukan? Apa yang tidak bisa? Apa yang perlu saya tingkatkan?

Terakhir, pelajari hal-hal yang ada hubungannya (related) dengan kehidupan sehari-hari.

Jadi teman-teman, apapun situasinya mau belajar di sekolah, di rumah, ataupun dimana saja dengan fasilitas apa adanya, kita tetap bisa menikmati kegiatan belajar mengajar. Yang terpenting adalah ilmu dan manfaatnya bagi kita sekarang dan masa depan.

Berita sebelumya13 Cara Cepat Tidur
Berita berikutnyaJane and Kate
Josephine
Hai, namaku Josephine! Penulis moody-an, mageran, dan tergolong kaum rebahan, yang suka banget sama mie aceh dan Blackpink. Tinggal di Medan. Orang Jawa campuran yang sangat disayangkan tidak bisa berbahasa Jawa, anak tengah dari tiga bersaudara. Seorang homeschooler, yang memiliki hobi membaca, nge-fangirl, main medsos, dan berkhayal. Selain jadi seorang blogger, aku juga penulis lho di berbagai platfrom baca online seperti Wattpad, Storial.co, dan Playbooks. Thanks and hope you enjoy it! See you, cmiiw.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here