curhat tentang cinta

Cerita curhat tentang cinta. Hei, Teens! Ada yang bilang, manfaatkanlah masa remajamu dengan melakukan banyak hal seperti berpacaran karena saat kamu sudah dewasa nanti, sudah tak punya waktu lagi untuk hal-hal seperti itu. Benarkah? Setujukah kamu? Nah ada seseorang yang mencoba melakukan hal itu dengan iseng berpacaran, sebut saja dia kak Rene. Hari ini, dia mau membagikan curhat tentang cinta saat masih duduk di bangku SMP.

Kak Rene ini semasa SMP dikenal sebagai orang yang tertutup atau biasa disebut introvert baik dirumah maupun disekolah. Tapi seperti kebanyakan introvert lainnya, kak Rene masih tetap punya sahabat yang kocak dan sama-sama suka ngabisin waktu di kelas.

Kak Rene ini punya kakak perempuan kandung yang satu sekolah dengannya, bernama Rena. Dia itu super duper famous banget! Hampir seisi sekolah tahu yang namanya Rena Diandra karena dia sangat aktif dalam kegiatan sekolah, maklumlah wakil ketua osis. Punya sifat ceria dan gampang akrab sama orang lain. Wajah Kak Rena juga rupawan banget! Rambutnya lurus tebal hitam legam, kaki jenjang bak model, muka tegas namun baby face, kulit eksotis, dan punya tahi lalat dibawah mata.

“Kadang, sebagai adiknya yang hanya unggul kulit putih dan mata besar aja suka minder sih punya kakak sesempurna itu dan gak seperti gue, dia itu luar biasa pintar, ranking satu berturut-turut sejak SMP. Pokoknya kakak idaman bangetlah! Walaupun sering jadi insecure, tapi gue tetap bangga punya kakak idaman seisi sekolah saat itu.” Kata kak Rene sambil tertawa.

Lalu suatu hari saat kak Rene jalan kaki pulang ke rumah bareng kak Rena, tiba-tiba kak Rena ngomong, “Dek, mau coba pacaran gak? Biar gak tinggal dalam duniamu sendiri banget, tadi ada adek kelas seumur kamu yang minta dicariin pacar. Dia itu ceria cocoklah sama kamu yang pendiem, orangnya juga ganteng!” Awalnya sih kak Rene menolak dengan tegas tapi karena dipaksa kak Rena akhirnya Rene mengiyakan juga.

“Usut punya usut, akhirnya kita kenalan namanya Rangga. First impression dia itu langsung tahu kalau orangnya bandel dan semakin kenal jadi tau kalau dia itu susah dibilangin dan cerewet banget! Kayak omongan dari mulutnya itu, gak pernah habis lho! Akhirnya gua ngerti kenapa kakak maksa pacaran sama dia, ternyata kakak mau sifat ekspresif Rangga nular ke gue.” Curhat kak Rene waktu itu. “Dan entah kenapa gue gak keberatan, karena sebenarnya setiap ngomong atau dengerin omongannya itu entah kenapa gue merasa nyaman dan nyambung aja.”

Dalam waktu kurang dari dua bulan kak Rene dan kak Rangga pacaran. Walaupun mereka statusnya pacaran dan satu sekolah, tapi mereka jarang ketemu maupun papasan karena seperti yang disebutkan di awal, kak Rene lebih nyaman berada di dalam kelas dan kak Rangga juga seringnya keluyuran bareng teman-temannya. “Jadi bisa dibilang kita tuh pacaran kayak virtual, palingan chat, telponan, atau gak video call.” Kak Rene melanjutkan.

Sepertinya harapan kak Rena terwujud, karena sering ngobrol bareng Rangga lama-lama kak Rene pun ikutan cerewet. Dia suka ceritakan apa saja yang dialaminya hari itu dan kirim video atau foto ga jelas bahkan ngobrolin cewek yang deket sama Rangga. “Gue gak cemburu, ya! Sumpah, bukan orang yang kayak gitu gue mah.” jelas kak Rene dan aku iyakan karena kak Rene ini memang tipe orang yang gak mau ribet, dan dia juga ngaku lebih gak suka dibohongin.

Tiga bulan pun berlalu dengan damai, tapi perlahan-lahan kak Rangga berubah drastis jadi orang yang posesif. Gampang curigaan, cemburuan, dan masalah kecil pun digedein. Misalnya, saat kak Rene sedang melamun di jam kosong dan posisi duduknya berdekatan dengan seorang cowok yang emang deket bernama Rudi.

“Sumpah, gue tuh gak tahu dia lewat.” Kak Rene gak habis pikir. “Dan waktu pulangnya dia maksa ngajak pulang bareng. Tapi karena waktu itu lagi hujan, ya males donk hujan-hujanan naik motor. Maaf, gue bukan Milea dan gak mau besoknya demam! Sampai akhirnya dia pulang sendiri.”

Esok pun tiba dan tiba-tiba ada anak cowok dari kelas sebelah yang dateng ke kak Rene dan ngajak ngobrol sebentar lalu minta nomor telepon. Kak Rene sih awalnya merasa aneh tapi akhirnya dikasih juga. Ternyata nama cowok itu Burhan dan karena sering chattan mereka pun jadi dekat.

Lalu suatu saat kak Burhan datang dan bilang kalau dia suka sama Rene. “Jujur dia emang manis dan agak polos jadi gue perlakukan kayak anak kecil tapi demi apapun gue gak ada rasa suka sama sekali! Jadi yah biasa aja. Terus, entah kenapa Rangga marah sampai berhari-hari gak mau nyakapin ataupun balesin chat gue sama sekali!”

“Gue sih cuek aja, kayak… oh, gak mau ngomong sama gue? Yaudah. Soalnya gue bukan tuhan ‘kan yang bisa tahu isi hati orang? Jadi akhirnya, Rangga juga yang nurunin ego dan samperin gue. Ternyata waktu si Burhan ini nembak gue, Rangga gak sengaja dengar. Gue gak habis pikir sih, kenapa dia gak nanya dulu? Tapi terserah deh, gue jelasin secara singkat dan padat kejadian sebenarnya lalu kita baikan.”

Masih ingat kak Rudi? Belakangan kak Rudi dan kak Rene masuk di ekskul yang sama. Satu kelas, satu ekskul, dan pernah sekelompok pula wajarkan kalau jadi akrab? Jadi suatu ketika salah satu temennya kak Rangga gak sengaja mergokin kak Rudi dan kak Rene lagi ngobrol sambil ketawa terbahak-bahak tentang ekskul hari itu.

“Dan itu sampai ke telinga Rangga, kemudian kita gak cakapan lagi sampai sebulan. Capek gak sih, punya pacar super cemburuan gitu? Itu jadi makin parah waktu kita beda SMA. Sebagai orang anti ribet dan emang udah bosan, kata putus akhirnya keluar juga dari mulut gue dan dia mengiyakan dengan mudah.” Kak Rene asyik flashback sambil makan kripik.

“Agak aneh sih waktu dia mengiyakan dengan mudah itu, karena untuk ngomong putus aja gue bolak-balik revisi soalnya jujur kebanyakan masalah di hubungan kita itu datangnya dari gue yang gak suka diatur. Mungkin dia udah capek juga kali ya? Pikir gue waktu itu.”

Seminggu berlalu dan kak Rene pun menceritakan semua yang terjadi pada sahabat-sahabat SMPnya. Suasana berubah diam sesaat sampai akhirnya salah satu sahabat SMP kak Rene buka suara. Dia cerita kalau sebenarnya selama ini Rangga udah pacaran berkali-kali di belakang Rene dan ngejelekin Rene dengan bilang cewek murahan yang suka deket sama cowok padahal muka pas-pasan.

“Sahabat-sahabat gue bilang kalau mereka gak pernah cerita karena takut gue sakit hati dan pas gue tanya ke Rangga ternyata bener dong dia gitu. Jujur gue sakit hati banget sih tapi gue ngerti perasaan para sahabat gue dan gue memutuskan untuk memaafkan semuanya.”

“Sampai sekarang masih suka gak kak?” Aku melemparkan pertanyaan terakhir.

“Masih.” Dia mengangguk jujur sambil menyibak rambut coklatnya yang mengganggu. “Dia juga gitu. Tapi gue udah bertekad untuk gak pernah balikan lagi karena pasti bakal kerasa beda. Itu kejadian enam tahun lalu, meski begitu gue masih tetap akrab sama keluarganya terutama bundanya. Bunda Rangga sayang banget sama gue, dia sering nanyain atau pun curhat tentang kebandelan Rangga ke gue. Bahkan tetangga-tetangga Rangga pada tahu gue sama Rangga pernah pacaran dan suka ledekin menantunya keluarga Rangga.”

“Ya begitulah, sekarang gue udah punya pacar satu jurusan dan dia pun juga. Kita kadang papasan namanya juga masih tinggal di satu kota, tapi palingan hanya bisa saling tatap doang lalu bye. Nyesek sih, tapi mau gimana?”

“Kalau inget itu lagi, aku ngakak campur geli sih. Waktu itu drama banget, maklum masih SMP masih labil dan alay wkwk.”

Nah itulah akhir sesi cerita curhat tentang cinta pertama kali ini. Yuk kasih respon kalian di kolom komentar 😀 terima kasih telah membaca!

Baca Juga Yuk! Curhat Remaja – Ternyata Dia Suka Gue


Perhatian:

Yo! Kamu punya kisah masa remaja yang ingin dibagikan? Entah itu curhat tentang cinta, persahabatan, pubertas, keluarga, atau bahkan hal sensitif? Silahkan tulis di kolom komentar atau email aku di remajaasik2020@gmail.com untuk diskusi lebih lanjut pasti akan dibalas kok. Oh ya, nggak mesti umur remaja ya! Kakak-kakak atau bahkan nenek-nenek juga boleh kok hehe mana tahu mau mengenang masa lalu dan nama pasti disamarkan!

Terima kasih sudah membaca blog curhat tentang cinta ini :D.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here